Diskoperindag Kota Bima Pantau Stok Semen, Mayoritas Distributor Alami Kekosongan Pasokan

Kota Bima – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima melalui Bidang Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan kegiatan pengawasan stok semen pada sejumlah distributor di wilayah Kota Bima, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan, H. Sodik, S.Sos., bersama tim pengawas serta perwakilan Bagian Ekonomi Setda Kota Bima, Firman Hidayat, S.E.

Pengawasan dilakukan untuk memantau ketersediaan stok semen di tingkat distributor sekaligus mengantisipasi terjadinya kelangkaan maupun kelebihan persediaan di gudang. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terkini terkait kondisi distribusi dan perkembangan harga semen di Kota Bima.

Berdasarkan hasil pengawasan terhadap lima distributor utama, sebagian besar distributor mengalami kekosongan stok akibat kendala distribusi melalui jalur laut. Beberapa faktor yang mempengaruhi keterlambatan pasokan antara lain meningkatnya tarif sewa kapal pengangkut, naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), serta sistem antrean kapal yang saat ini lebih memprioritaskan pengangkutan komoditas jagung dibandingkan semen.

Pada PT Langsung Jaya Group selaku distributor semen Conch, stok semen terpantau kosong. Pihak distributor menjelaskan bahwa perubahan tarif kapal pengangkut menyebabkan kesulitan memperoleh armada untuk pengiriman. Harga semen saat ini tercatat sebesar Rp59.500 per sak.

Sementara itu, PT Ganama Kapala sebagai distributor semen Bosowa juga mengalami kekosongan stok. Kondisi tersebut disebabkan oleh terbatasnya kapal yang dapat bersandar serta proses pembongkaran muatan yang membutuhkan waktu lebih lama. Harga semen Bosowa saat ini berada pada kisaran Rp68.000 per sak.

Kondisi serupa juga ditemukan di PT Saka Agung Abadi yang saat ini tidak memiliki stok semen. Distributor menyampaikan bahwa tingginya biaya sewa kapal akibat kenaikan harga BBM serta antrean kapal yang memprioritaskan pengangkutan jagung menjadi faktor utama keterlambatan pasokan. Harga semen yang dipasarkan tercatat sebesar Rp68.500 per sak.

Berbeda dengan distributor lainnya, PT Catur Kencana Sakti selaku distributor semen Tonasa masih memiliki stok sekitar 10.000 sak. Namun sebagian besar stok tersebut telah mendapatkan Delivery Order (DO) dari mitra usaha, termasuk sekitar 900 sak yang dialokasikan untuk kebutuhan di wilayah Kabupaten Bima. Harga semen Tonasa saat ini berada pada kisaran Rp61.000 per sak.

Sedangkan PT Nusa Trijaya Abadi dilaporkan mengalami kekosongan stok akibat tingginya biaya angkut kapal dan sistem antrean kapal yang masih menjadi kendala dalam proses distribusi.

Dari hasil pemantauan tersebut, tim pengawas memastikan bahwa hingga saat ini belum terjadi kenaikan harga pada tingkat distributor meskipun sebagian besar gudang dalam kondisi kosong. Namun demikian, para distributor memperkirakan adanya potensi penyesuaian harga pada pasokan berikutnya sebagai dampak meningkatnya biaya operasional pengangkutan dan kenaikan harga di tingkat pabrik.

Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, H. Sodik, S.Sos., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan ketersediaan bahan bangunan strategis tetap terjaga serta mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat dan sektor konstruksi.

"Pengawasan ini merupakan langkah preventif pemerintah untuk memastikan pasokan semen tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar. Kami akan terus berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujarnya.

Diskoperindag Kota Bima berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan strategis melalui pengawasan rutin serta koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait.