Sidak Pasar Raya Amahami, TPID Kota Bima Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil dan Terkendali Jelang Idul Adha
TPID Kota Bima Sidak Pasar Raya Amahami, Harga Kebutuhan Pokok Stabil dan Terkendali Jelang Idul Adha
Kota Bima – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bima melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Raya Amahami, Jumat (22/05/2026), guna memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sidak dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP., serta melibatkan unsur dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Bidang Perekonomian, Diskominfotik, Kodim 1608/Bima, Bulog, Kejaksaan, dan Sat Intelkam Polres Bima Kota.
Dalam keterangannya, Asisten II menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di Pasar Raya Amahami masih relatif stabil dan terkendali dibandingkan pekan sebelumnya.
“Hasil pantauan kami menunjukkan tidak ada kenaikan harga yang menyolok. Harga masih berada pada posisi yang sama seperti minggu kemarin. Cabe rawit misalnya masih berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, bahkan sudah turun dibanding minggu sebelumnya yang sempat menyentuh Rp100 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa harga daging ayam masih berada pada kisaran Rp43 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram dan telur ayam masih stabil. Sementara untuk komoditas beras tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.
Selain itu, ketersediaan minyak goreng rakyat MinyaKita juga dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“MinyaKita sangat tersedia. Insya Allah tidak ada masalah untuk menghadapi Lebaran Idul Adha ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, H. Sodik, S.Sos., menyampaikan bahwa meskipun harga relatif stabil, beberapa komoditas masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Cabe rawit misalnya, HAP pemerintah berada di angka Rp50 ribu per kilogram, sementara di pasar masih berada di kisaran Rp80 ribu. Begitu juga dengan daging ayam yang masih di atas HAP, yakni sekitar Rp43 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, sedangkan HAP-nya Rp40 ribu,” jelasnya.
Ia juga menyoroti distribusi MinyaKita yang masih belum maksimal di wilayah Kota Bima, meskipun stok di tingkat distributor cukup tersedia.
“Barang MinyaKita sebenarnya tersedia dan menumpuk di gudang Mataram, namun distribusinya belum maksimal ke daerah. Seperti pada pelaksanaan Operasi Pasar di dua kelurahan sebelumnya, masih terjadi kekurangan stok MinyaKita,” ungkapnya.
Dari hasil sidak tersebut, TPID Kota Bima menyimpulkan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat masih stabil dan terkendali, dengan ketersediaan stok yang masih mencukupi menjelang Hari Raya Idul Adha.
Pemerintah Kota Bima berharap hasil pemantauan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam penyusunan kebijakan pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.