Inovasi Alat Tenun Tingkatkan Produktivitas Penenun di Kelurahan Jatibaru

Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mendorong peningkatan kapasitas dan produktivitas pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan IKM oleh Bidang Perindustrian dan Perdagangan di Kelurahan Jatibaru.

Pendampingan ini dilakukan kepada salah satu penenun bernama Suryani, yang beralamat di RT 05 RW 02 Lingkungan Lela, Kelurahan Jatibaru. Dalam kegiatan tersebut, tim Bidang Perindustrian dan Perdagangan melihat langsung inovasi alat tenun yang digunakan oleh Suryani dalam proses produksi kain tenun.

Sebelumnya, Suryani menggunakan alat tenun gedogan tradisional yang membutuhkan waktu relatif lama untuk menghasilkan satu lembar kain, yakni sekitar tiga hari. Namun, dengan adanya inovasi alat tenun yang digunakan saat ini, proses produksi menjadi jauh lebih efisien.

Melalui penggunaan alat tersebut, Suryani kini mampu menghasilkan satu lembar kain hanya dalam waktu satu hari. Bahkan, apabila proses produksi dilakukan secara penuh sepanjang hari, produksi dapat mencapai hingga dua lembar kain dalam satu hari.

Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha tenun di wilayah tersebut. Selain memberikan pendampingan teknis, Bidang Perindustrian dan Perdagangan juga akan memfasilitasi proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi usaha yang dijalankan oleh Suryani, sebagai bagian dari upaya legalisasi usaha dan penguatan kelembagaan pelaku IKM.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Diskoperindag Kota Bima berharap para pelaku IKM, khususnya di sektor kerajinan tenun, dapat terus berinovasi, meningkatkan kualitas serta kapasitas produksi, sehingga mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.