Pantau Stok dan Harga Semen, Diskoperindag Kota Bima Lakukan Sidak ke Distributor dan Toko Bangunan

KOTA BIMA — Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distributor dan toko bangunan untuk memantau ketersediaan pasokan serta perkembangan harga semen di wilayah Kota Bima, Senin (2/11/2026). Sidak tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan, H. Sodik, S.Sos.

Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi mengenai terbatasnya pasokan sejumlah merek semen yang mulai dirasakan oleh distributor dan pengecer dalam beberapa bulan terakhir. Pemantauan tersebut juga bertujuan memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi stok, kelancaran distribusi, perubahan harga, serta kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Sejumlah Merek Semen Mengalami Kelangkaan

Berdasarkan hasil pendataan dan survei di sejumlah toko bangunan, ditemukan bahwa ketersediaan beberapa merek semen masih terbatas, bahkan kosong di tingkat pengecer. Merek yang dilaporkan mengalami kesulitan pasokan antara lain Tiga Roda, Tonasa, Bosoa, dan Conch.

Kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh terhentinya distribusi. Pada beberapa toko, pasokan semen yang datang masih dapat langsung terjual habis karena tingginya kebutuhan konsumen, sementara jumlah pasokan yang diterima belum mampu memenuhi permintaan.

Hasil survei pada 2 November 2026 menunjukkan bahwa salah satu toko mencatat pasokan normal Semen Tiga Roda sekitar 200 zak per hari dan Semen Tonasa sekitar 200 zak per hari. Namun, semen yang masuk saat ini langsung habis. Sementara itu, toko lainnya melaporkan keterlambatan dan pengurangan kuota pasokan, bahkan sejumlah merek mengalami kekosongan stok.

Harga Semen Mengalami Kenaikan

Selain persoalan ketersediaan, hasil pemantauan juga menunjukkan adanya kenaikan harga jual semen di tingkat toko. Pada salah satu toko, harga jual Semen Tiga Roda dan Semen Tonasa yang sebelumnya sekitar Rp80.000 per zak meningkat menjadi Rp85.000 per zak.

Di toko lainnya, harga Semen Tonasa tercatat berada pada kisaran Rp75.000 hingga Rp78.000 per zak, sedangkan Semen Tiga Roda mengalami perubahan harga dari kisaran Rp61.000–Rp70.000 menjadi sekitar Rp72.000 per zak. Harga Semen Bosoa juga dilaporkan berada pada kisaran Rp65.000–Rp67.000 per zak sebelum stok mengalami kekosongan.

Perubahan harga tersebut menunjukkan adanya tekanan pada rantai pasok semen, khususnya di tingkat pengecer. Namun, besaran harga dapat berbeda antartoko bergantung pada harga perolehan, biaya distribusi, dan kondisi pasokan yang diterima.

Kendala Transportasi dan Distribusi Menjadi Perhatian

Dari hasil pendataan sebelumnya terhadap sejumlah pelaku usaha pada 30 Oktober 2026, beberapa faktor yang diduga memengaruhi kelangkaan pasokan antara lain kenaikan biaya transportasi laut akibat kenaikan harga BBM kapal, kesulitan memperoleh kapal pengangkut dengan biaya yang terjangkau, serta keengganan kapal mengangkut semen ke Bima karena tidak adanya muatan balik.

Selain itu, terdapat informasi mengenai keterbatasan pasokan dari pabrik. Bahkan, wilayah Mataram juga dilaporkan mengalami kelangkaan sehingga distribusi untuk sementara diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan di Pulau Lombok.

Kendala lainnya yang disampaikan pelaku usaha meliputi antrean kendaraan pengangkut di gudang distributor dan keterbatasan sarana pengangkutan. Kondisi tersebut turut memengaruhi kelancaran penyaluran semen dari distributor kepada toko bangunan.

Diskoperindag Pantau Perkembangan Pasokan dan Harga

Melalui kegiatan sidak dan pendataan ini, Diskoperindag Kota Bima berupaya memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi rantai distribusi semen, mulai dari tingkat distributor hingga pengecer. Data tersebut menjadi bahan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan ketersediaan barang serta perubahan harga di pasaran.

Diskoperindag Kota Bima juga mendorong agar distributor dan pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk mencari solusi atas hambatan distribusi, sehingga pasokan semen ke wilayah Kota Bima dapat kembali berjalan lebih lancar.

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan stok dan harga semen guna memperoleh gambaran kondisi pasar secara berkala serta mengantisipasi dampak kelangkaan terhadap masyarakat dan aktivitas pembangunan.

Melalui pengawasan dan koordinasi dengan para pelaku usaha, diharapkan ketersediaan semen di Kota Bima dapat segera membaik dan kebutuhan masyarakat terhadap bahan bangunan tetap terpenuhi.