Kota Bima dan Kabupaten Bangli Jajaki Kerja Sama Perdagangan Komoditas Telur dan Jagung

Kota Bima — Pemerintah Kota Bima melakukan penjajakan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Pemerintah Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, melalui pertemuan daring (Zoom Meeting) yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Barat (BI NTB), Selasa (8/9/2026).

Penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan ekonomi antardaerah, khususnya dalam mendukung kelancaran pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan.

Dari Pemerintah Kota Bima, pertemuan diikuti oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yang diwakili oleh Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan, H. Sodik, S.Sos., Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Bima, Adi Cahyadi, S.Pt., M.M., Bagian Pemerintahan, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta distributor telur.

Sementara dari Pemerintah Kabupaten Bangli turut hadir Kepala Bagian Ekonomi dan Kepala Bagian Pemerintahan.

Perkuat Kembali Kerja Sama yang Pernah Terjalin

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa Kota Bima dan Kabupaten Bangli sebelumnya telah memiliki kerja sama antardaerah dengan jangka waktu dua tahun.

Melalui penjajakan kali ini, kedua daerah membuka peluang untuk memperkuat kembali kerja sama tersebut dengan jangka waktu yang lebih panjang. Salah satu harapan yang mengemuka adalah agar kerja sama ke depan dapat disusun dengan periode hingga lima tahun, sehingga hubungan perdagangan antardaerah dapat berlangsung lebih berkelanjutan.

Bentuk kerja sama yang akan dibangun bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi masing-masing daerah.

Telur dan Jagung Menjadi Komoditas Prioritas

Untuk tahap awal, pembahasan kerja sama diarahkan pada komoditas pangan yang memiliki kebutuhan dan potensi pasokan antardaerah.

Kota Bima menyampaikan kebutuhan terhadap komoditas telur, sementara Kabupaten Bangli memiliki kebutuhan terhadap jagung. Pola tersebut membuka peluang terjadinya kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan antara kedua daerah.

Kabupaten Bangli saat ini memiliki produksi telur yang melimpah, sementara kebutuhan pakan ternak masih menjadi salah satu kendala. Di sisi lain, Kota Bima memiliki potensi produksi jagung yang dapat menjadi salah satu komoditas yang dipertukarkan dalam kerja sama antardaerah.

Dari sisi Kota Bima, kebutuhan telur menjadi salah satu perhatian dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Saat ini harga telur di Kota Bima berada pada kisaran Rp34.000 per kilogram.

Libatkan Distributor Kedua Daerah

Untuk menindaklanjuti hasil penjajakan, pertemuan lanjutan direncanakan kembali dilaksanakan pada minggu berikutnya dengan melibatkan seluruh distributor dari Kota Bima dan Kabupaten Bangli.

Keterlibatan pelaku usaha dan distributor diharapkan dapat memperjelas kebutuhan, kapasitas pasokan, mekanisme distribusi, serta aspek teknis perdagangan komoditas antardaerah.

Diskoperindag Kota Bima mendukung penjajakan KAD tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan perdagangan sekaligus memperkuat sistem pasokan pangan daerah.

Melalui kerja sama yang saling menguntungkan, Pemerintah Kota Bima berharap kebutuhan komoditas pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik, sementara potensi komoditas unggulan daerah seperti jagung dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Kerja Sama Antar Daerah: Memperkuat Pasokan, Membuka Pasar, dan Mendorong Ekonomi Daerah.