Diskoperindag Kota Bima Dorong UMKM Kodo Perkuat Legalitas dan Inovasi Produk
Kota Bima — Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing melalui penguatan legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, inovasi, serta pengemasan yang lebih menarik.
Upaya tersebut disampaikan dalam Seminar Kewirausahaan “Dari Kampus untuk Masyarakat” yang diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Bima di Aula Kantor Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Senin (31/8/2026).
Seminar mengangkat tema “Dari Kampus untuk Masyarakat dalam Membangun Kelurahan Mandiri dan Berkelanjutan” dan menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, pelaku UMKM, pemuda, serta masyarakat dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Diskoperindag Kota Bima hadir melalui Nurmisnah, SE, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi, tetapi juga perlu ditopang oleh legalitas, identitas produk, kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat.
Legalitas Menjadi Dasar Pengembangan Usaha
Nurmisnah menjelaskan sejumlah aspek legalitas yang penting diperhatikan oleh pelaku UMKM, khususnya usaha pengolahan pangan.
Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi salah satu identitas penting bagi pelaku usaha sekaligus dapat menjadi pintu masuk untuk memperoleh pembinaan dan mengakses berbagai program pemerintah.
Selain NIB, pelaku usaha pangan juga perlu memperhatikan SPP-IRT/PIRT dan Sertifikasi Halal sebagai bagian dari upaya memberikan jaminan kepada konsumen terhadap keamanan dan kehalalan produk.
Tidak kalah penting, pelaku usaha perlu memiliki merek dagang sebagai identitas produk sekaligus bagian dari perlindungan dan peningkatan nilai jual.
Menurut Diskoperindag, legalitas tersebut akan semakin memberikan nilai tambah apabila diikuti dengan peningkatan mutu produk, desain kemasan, branding, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar.
Potensi Lokal Kodo Dikembangkan Menjadi Produk Bernilai Tambah
Seminar tersebut juga memperlihatkan hasil pendampingan mahasiswa KKN STIE Bima melalui program inkubasi bisnis di Kelurahan Kodo.
Mahasiswa bersama masyarakat berupaya mengolah berbagai potensi yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Salah satunya adalah jantung pisang yang diolah menjadi abon.
Sementara itu, gedebog atau batang semu pisang yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dikembangkan menjadi keripik dengan berbagai varian rasa. Inovasi lainnya dilakukan dengan memanfaatkan tongkol jagung sebagai bahan produksi arang.
Pengembangan tersebut menjadi contoh bahwa bahan baku lokal yang selama ini dianggap sederhana bahkan limbah, dapat memiliki nilai ekonomi apabila diolah dengan kreativitas dan inovasi.
Perbaikan kemasan juga menjadi bagian dari pendampingan agar produk masyarakat memiliki tampilan yang lebih menarik, higienis, dan layak bersaing di pasar.
Sinergi Kampus dan Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM
Diskoperindag Kota Bima mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN STIE Bima yang tidak hanya memberikan pengetahuan kewirausahaan, tetapi juga berupaya menghadirkan pendampingan langsung kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dengan pendampingan yang lebih konkret, mulai dari legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, kemasan, branding, hingga perluasan akses pemasaran.
Bagi Diskoperindag, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem UMKM di tingkat kelurahan. Perguruan tinggi dapat menjadi sumber pengetahuan dan inovasi, sementara pemerintah hadir melalui fungsi pembinaan dan fasilitasi, dengan masyarakat sebagai penggerak utama kegiatan ekonomi.
Melalui kolaborasi tersebut, potensi Kelurahan Kodo diharapkan tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat berkembang menjadi produk unggulan yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan kegiatan, “Dari Ide Menjadi Peluang, Dari Peluang Menjadi Usaha.”
Diskoperindag Kota Bima berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat agar berani mengembangkan usaha, melengkapi legalitas, meningkatkan kualitas produk, serta mengoptimalkan potensi lokal sehingga UMKM Kota Bima semakin mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.