Audiensi Bersama Distributor dan KSOP, Diskoperindag Petakan Kondisi Distribusi Semen

Kota Bima – Dalam upaya menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga semen di Kota Bima, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima bersama Bagian Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Kota Bima melaksanakan serangkaian audiensi dengan Distributor Semen Tonasa dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima pada Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, H. Sodik, S.Sos., sebagai bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memastikan distribusi semen tetap berjalan lancar serta mengantisipasi potensi kenaikan harga yang dapat berdampak pada masyarakat maupun sektor konstruksi.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring distribusi semen yang beberapa waktu lalu sempat mengalami kendala pasokan. Melalui pertemuan tersebut, tim menghimpun informasi secara langsung dari distributor dan otoritas pelabuhan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi pasokan, distribusi, biaya operasional, serta berbagai faktor yang memengaruhi harga semen di Kota Bima.

Dalam pertemuan dengan Distributor Semen Tonasa, diperoleh informasi bahwa proses bongkar muat di pelabuhan kini berlangsung lebih lancar dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Antrean truk yang sebelumnya dapat mencapai dua hingga tiga hari telah berkurang sehingga distribusi semen menuju gudang berjalan lebih efektif.

Namun demikian, distributor juga menyampaikan adanya pembahasan mengenai usulan penyesuaian biaya operasional yang meliputi biaya trucking, jasa bongkar muat, dan upah tenaga kerja. Seluruh pembahasan tersebut masih berada pada tahap negosiasi dan hingga saat ini belum menghasilkan keputusan maupun besaran kenaikan yang bersifat final.

Distributor berharap apabila nantinya terdapat penyesuaian biaya operasional, keputusan tersebut dapat disepakati secara bersama oleh seluruh pemangku kepentingan dalam satu kesepakatan yang komprehensif. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari perubahan biaya secara bertahap yang berpotensi menimbulkan gejolak di lapangan maupun keresahan di tengah masyarakat.

Tim juga memperoleh informasi bahwa stok semen di gudang bergerak cukup cepat mengikuti tingginya permintaan pasar. Kelancaran distribusi masih sangat dipengaruhi oleh jadwal kedatangan kapal pengangkut semen dari daerah produsen.



Selanjutnya, dalam audiensi bersama KSOP Bima, dijelaskan bahwa saat ini terdapat lima kapal yang berkaitan dengan distribusi semen, dengan dua kapal sedang melakukan aktifitas bongkar muat dan tiga kapal lainnya masih menunggu jadwal pelayanan. KSOP juga menyampaikan bahwa pembahasan mengenai penyesuaian tarif pelayanan kepelabuhanan maupun trucking masih berada pada tahap awal dan belum ditetapkan secara resmi.

Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, KSOP, Pelindo, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), distributor, paguyuban pemilik truk, serta unsur buruh agar setiap kebijakan yang diambil dapat dikomunikasikan secara baik, transparan, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Selain melakukan koordinasi, tim gabungan Diskoperindag dan Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kota Bima juga menginventarisasi berbagai data pendukung, mulai dari kondisi stok semen, kapasitas gudang, kesiapan armada distribusi, hingga perkembangan aktivitas bongkar muat di pelabuhan sebagai bahan evaluasi dalam menjaga kelancaran pasokan semen di Kota Bima.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan strategis. Diskoperindag bersama Bagian Ekonomi Setda Kota Bima akan terus melakukan pemantauan dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan semen tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan stabilitas harga di Kota Bima dapat dipertahankan.