Di Balik PAD Kota Bima, Ada Dedikasi Para Juru Pungut yang Tak Pernah Lelah

Kota Bima – Di saat sebagian besar masyarakat menjalankan aktivitas perdagangan seperti biasa, terdapat sekelompok aparatur yang setiap hari berkeliling dari satu toko ke toko lainnya untuk memastikan penerimaan daerah tetap berjalan. Mereka adalah para juru pungut retribusi Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima yang menjadi garda terdepan dalam menghimpun Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar.

Pada Rabu (8/7/2026), para petugas juru pungut Bidang Perindustrian dan Perdagangan kembali melaksanakan kegiatan rutin penagihan retribusi toko dan kios di kawasan Pasar Senggol, Kota Bima. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Diskoperindag Kota Bima dalam mengoptimalkan penerimaan PAD sekaligus membangun budaya kepatuhan para pedagang terhadap kewajiban pembayaran retribusi.

Dengan membawa buku administrasi dan dokumen penagihan, para petugas mendatangi setiap toko dan kios satu per satu. Mereka melakukan pencatatan, memverifikasi pembayaran, memberikan bukti pembayaran resmi, sekaligus menyampaikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya retribusi sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah.

Bagi sebagian orang, pekerjaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di balik rutinitas itu tersimpan tanggung jawab besar. Retribusi yang dibayarkan para pedagang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah yang nantinya digunakan untuk mendukung berbagai program pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan fasilitas pasar yang pada akhirnya kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Diskoperindag Kota Bima menyadari bahwa keberhasilan peningkatan PAD tidak hanya ditentukan oleh besarnya target yang ditetapkan, tetapi juga oleh dedikasi para petugas di lapangan yang bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan kejujuran. Mereka tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan para pedagang agar tercipta hubungan yang saling mendukung dalam mewujudkan pengelolaan pasar yang tertib dan transparan.

Keberhasilan pengelolaan retribusi pasar juga membutuhkan dukungan seluruh pedagang. Kepatuhan dalam membayar retribusi bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan merupakan bentuk partisipasi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Bima. Setiap rupiah yang dibayarkan memiliki arti penting bagi kemajuan daerah.

Melalui kegiatan penagihan rutin ini, Diskoperindag Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengelolaan retribusi secara profesional, serta mengoptimalkan potensi PAD dari sektor perdagangan.

Di balik angka-angka penerimaan daerah yang tercatat setiap hari, terdapat langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para juru pungut. Mereka mungkin jarang mendapat sorotan, namun sesungguhnya merekalah pahlawan PAD Kota Bima—yang dengan kerja keras dan integritasnya ikut menjaga keberlangsungan pembangunan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.