Hidupkan Kembali Kejayaan Pasar Senggol, Pemkot Bima Gelar Pasar Ramadan 2026 Terpusat
Kota Bima - Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima menggelar Rapat Persiapan Penyelenggaraan Pasar Ramadan 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kota Bima, Selasa (17/2).
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Muhamad Fakhrunraji, dan dihadiri Asisten II, unsur TNI-Polri, Kepala OPD terkait, Camat dan Lurah setempat, serta perwakilan asosiasi pedagang.
Dalam arahannya, Sekda menyampaikan bahwa pelaksanaan Pasar Ramadan tahun 2026 dipusatkan di kawasan Pasar Senggol, meliputi sepanjang Jalan Flores (dari depan Toko Bata ke arah timur) dan Jalan Sumba (Utara–Selatan). Sementara itu, Jalan Sumbawa dan Jalan Sulawesi (depan Dokter Cipto) akan difungsikan sebagai area parkir.
Pemilihan Pasar Senggol bertujuan untuk menghidupkan kembali kejayaan masa lalu, dimana kawasan tersebut yang dahulu dikenal sangat ramai. Karena keramaian tersebut sehingga tak jarang diantara pengunjung pasar saling bersenggolan, yang pada akhirnya dikenal dengan sebutan “Pasar Senggol”. Selain berburu takjil berbuka puasa, masyarakat juga dapat berbelanja kebutuhan Lebaran seperti pakaian dan sandal dalam satu kawasan terpusat.
Sekda menegaskan bahwa tidak ada biaya pendaftaran, kebersihan maupun keamanan dalam pelaksanaan Pasar Ramadan tahun ini. Masyarakat hanya diwajibkan membayar retribusi parkir sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan tetap berada di bawah Pemerintah Kota Bima.
Kepala Diskoperindag Kota Bima, Ruslan, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan pendataan dan seleksi UMKM dengan memprioritaskan pedagang yang selama ini berjualan di kawasan Serasuba dan Pasar Senggol. Penataan ukuran dan posisi lapak akan diatur secara transparan, serta dilakukan pengendalian harga agar tetap sesuai harga normal dan tidak memberatkan masyarakat.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan bersama Satpol PP akan melakukan rekayasa lalu lintas dan penataan parkir guna mengantisipasi kemacetan dan parkir liar. Juru parkir akan menggunakan tanda pengenal resmi, dan pengelolaan retribusi parkir akan diawasi secara ketat.
Dinas Lingkungan Hidup akan memastikan kebersihan kawasan dengan kewajiban pedagang menjaga kebersihan hingga radius dua meter dari lapak masing-masing. Pengangkutan sampah dilakukan setiap hari dan ditargetkan pada pukul 20.00 WITA lokasi sudah dalam kondisi bersih. Pedagang yang tidak mematuhi ketentuan kebersihan akan diberikan sanksi tegas.
Dinas Kominfo akan melakukan sosialisasi luas kepada masyarakat, termasuk melalui masjid-masjid sekitar seperti Masjid Sultan Muhammad Salahuddin serta pemasangan spanduk dan pengeras suara (TOA) untuk menyampaikan imbauan menjaga ketertiban dan kebersihan secara berkala.
Sementara itu, unsur TNI dan Polri menyatakan kesiapan penuh dalam pengamanan kawasan Pasar Ramadan yang meliputi jalan utama, area depan Pendopo, serta sekitar Masjid Sultan Muhammad Salahuddin dan Pos Kota.
Pemkot Bima juga menegaskan bahwa Lapangan Serasuba untuk sementara ditutup dari aktivitas PKL karena adanya pekerjaan proyek, dan seluruh pedagang dikonsentrasikan di Pasar Senggol. Tidak disediakan ruang untuk wahana permainan seperti odong-odong.
Pemerintah berharap Pasar Ramadan 2026 dapat berjalan aman, tertib, lancar, serta memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang sekaligus kenyamanan bagi masyarakat Kota Bima dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.